Tips Berjualan di Marketplace Tokopedia

Halosis.co.id, Jakarta – Top seller Tokopedia, Ninjazi membagikan beberapa tips untuk penjual online yang mau berjualan di marketplace seperti Tokopedia, seperti bagaimana cara membangun reputasi, mengatasi persaingan harga, dsb. Hingga sekarang ini, Ninjazi telah menjual sebanyak 367 ribu produk di Tokopedia. Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa dipelajari:

 

Cara membangun reputasi di marketplace

 

Reputasi itu tidak selalu berbanding lurus dengan apa yang kita lakukan dengan “baik” karena ada banyak tipikal user yang aneh-aneh dan tidak adil dalam menilai atau membuat keputusan. Kalau saya pribadi menemukan ada banyak sekali (mayoritas) seller mempunyai prinsip “pembeli adalah raja”, namun berbeda dengan saya, saya menilai pembeli dengan penjual sama kedudukan.

Reputasi di Tokopedia didapat dari tingkat kepuasan pelanggan setelah PER-transaksi selesai, jadi kalau mau cepat, mau tidak mau harus banyak transaksi dan kalau mau “baik” itu menurut saya tergantung dari masing-masing buyer. Karena ada yang aneh seperti saya katakan di atas.

Saran saya: katakan dengan jelas dan JUJUR sedetail-detailnya dideskripsi dan peraturan toko Anda jika memang barang ini bisa/tidak bisa diretur dan semisal barang ini di test/tidaknya. Sertakan juga resiko-resiko yang bisa ditimbulkan dan sikap Anda terhadap resiko tersebut. Jadi intinya adalah keterbukaan peraturan antara buyer dan seller.

Bisa lihat contoh di rules yg saya buat sendiri, asli tanpa copas milik orang.

Saya di tokopedia juga di kenal sebagai seller yang galak, sehingga galak/tegas bukan berarti kita dimusuhi.

 

Cara menghindari persaingan harga

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

Harga memang merupakan tolak ukur paling SENSITIF di pasar online, tapi harga tidak selalu menjadi patokan laku/tidak barang tersebut. Banyak produk serupa dengan harga yang lebih mahal tapi laku karena ada faktor lain yaitu pintar-pintar ngomong ke buyer misalnya kalau barang ini “beda kualitas”.
Untuk seller yang baru masuk, memang agak susah kalau belum mempunyai reputasi/rekam jejak main langsung harga tinggi. Hal ini dapat diakali dengan mendesain etalase dan produk serapi mungkin/terklasifikasi dengan JELAS. Lengkapi dengan produk-produk sejenis, sehingga ada second opsi untuk produk sejenisnya dalam 1 toko.
Dan untuk yang mau ikut harga hancur, hal ini mau tidak mau harus KUAT MODAL, KUAT CAPE, dan KUAT MENTAL. Banyak produk-produk dengan harga super hancur di Tokopedia, pada jual modal, untungnya? Ya dari diskon logistik yang bisa sampai 15%. Namun hal ini tidak layak dipertahankan, kecuali Anda seorang yang maniak kerja/fokus mau ikut hancur-hancuran. Saya jamin ramai, tapi tidak worth it dengan apa yang kita keluarkan (waktu & tenaga).

 

Tips untuk seller yang baru memulai usaha di marketplace

Tokopedia menurut saya adalah situs yang paling terbaik diantara semua situs open market sampai saat ini (Juni 2016). Sebelumnya saya disitus lain, tapi tidak adil dalam memecahkan kasus (berpihak ke buyer). Di Tokopedia ada kekhususan tersendiri, yaitu masing-masing seller diberikan HAK untuk menentukan aturan-aturan toko. Ini yang menurut saya paling nyaman, sehingga buyer bisa melihat masing-masing aturan toko sebelum order. Sehingga missing understanding dapat dihindarkan (minimalisir).

Saran saya untuk seller-seller baru:

Kejujuran itu yang utama. Katakan jika memang barang ini tanpa test, tanpa retur, atau jual putus, di test/ tidak, dan segala kondisi serta tindakan kita.
Anda bisa perkuat aturan-aturan toko Anda. Tidak perlu bermulut manis, yang penting JELAS dan TEGAS karena keterbukaan peraturan adalah kenyamanan bersama.
Seandainya memang Anda tipe penjual yang menjual barang bisa retur, wajib diinfokan detail-detail cara retur ke Anda, yang meliputi siapa penanggung ongkos kirim? Barang yang diterima retur harus anda lihat terlebih dahulu, karena banyak juga “buyer nakal” yang mutilasi/tukar barang dengan barang lainnya atau sudah dibongkar, dsb. Seandainya itu terjadi maka Anda bisa menolaknya, dengan memperkuat aturan retur Anda (misal: tidak menerima jika segel rusak, dsb).
Buat toko Anda mudah dilihat dan DIMENGERTI, salah satunya dengan etalase toko yang sistematis.
Jadilah diri sendiri dengan kenyamanan menurut Anda sendiri. Jangan karena ikut-ikutan orang bilang toko A bagus, maka Anda ikut, padahal tidak sejalan dengan pribadi Anda sendiri.
Usahakan respon setiap pertanyaan/komentar dari user, kecuali yang respon ngaco gapapa dicuekin.
Pergunakan fitur-fitur promo/push untuk barang Anda sehingga mudah dilihat (diiklankan) oleh pengguna lainnya, selebihnya biarkan order mendatangi anda.

Related posts:

Spread the love

Leave a Comment