Ingin Cepat Kaya dari Bisnis Online? Ingin Sukses Bisnis Online Sejak Muda? Ini Tips Mengelola Keuangan Pribadi yang Harus Anda Jalankan!

HALOSIS.CO.ID, JAKARTA – Apakah anda ingin cepat kaya? Ya.. Jawaban mayoritas pasti menjawab ingin cepat kaya. Namun jika ditanyakan arti “kaya”? Pasti memiliki jawaban yang beragam. Kaya yang akan Halosis bahas di artikel ini adalah “kaya” dalam bentuk materi, kaya dari bisnis online yang menghasilkan dan membuat anda sukses sejak muda. Kaya dan sukses disini artinya adalah anda berhasil mendapatkan kebebasan finansial di usia muda. Bagaimana caranya? Nah.. Halosis akan menceritakan sedikit beberapa tips yang diberikan oleh Robert T. Kiyosaki dari buku pertamanya yang berjudul Rich Dah, Poor Dad. Di simak yaa…

Berdasarkan buku RIch Dad Poor Dad, Kiyosaki adalah seorang yang dilahirkan dari keluarga terpandang di Hawaii. Ayah kandungnya yang pada buku ini dikisahkan sebagai Poor Dad, merupakan pegawai dinas pemerintah yang memiliki gelar Ph.D, semua biaya pendidikannya itu di dapat dari beasiswa pemerintah. Meski sukses dalam karir dan pendidikannya, Kiyosaki menganggap ayah kandungnya adalah orang miskin karena di akhir hidupnya banyak meninggalkan hutang dan tidak kaya. Sedangkan ayah angkatnya, adalah seorang yang tidak lulus SMP, namun pada akhir hidupnya menjadi orang terkaya di Hawaii. Dari ayah angkat inilah Robert Kiyosaki belajar mengenai filosifi uang, bisnis dan belajar bagaimana mendapatkan kebebasan finansial di usia muda.

Perbedaan Sudut Pandang Tentang Hidup dan Uang.

Dalam buku ini dijelaskan perbedaan dua sudut pandang seseorang yang ahli di bidangnya masing-masing, namun hasil akhir dari segi kebebasan finansialnya sungguh berbeda. Berikut adalah beberapa perbedaan sudut pandang kedua ayahnya yang diceritakan Kiyosaki pada buku Rich Dad (RD) Poor Dad (PD).

  • PD : Rumah adalah Aset.

RD : Rumah adalah liabilitas.

Hal ini merupakan inti utama dari bagaimana mengelola uang kita agar cepat mendatangkan kekayaan bagi kita. Aset adalah segala hal yang mendatangkan uang ke kantong kita (passive income) sedangkan liabilitas adalah semua yang mengeluarkan uang dari kantong kita. Jika kita tidak bekerja dan memiliki rumah, maka kita tidak mendapat passive income dari rumah kita, malah kita harus tetap membayar beban perawatan rumah termasuk pajak pemerintah.

 

  • PD : “Saya tidak sanggup melakukannya”.

   RD : “Apa yang bisa saya lakukan agar sanggup melakukan hal itu?”

Jawaban PD dengan mudah mematikan otak kita untuk berpikir. Padahal kekuatan pikiran adalah salah satu pemberian Tuhan yang paling berharga dan jika dapat kita gunakan dengan bijak, dapat mendatangkan banyak hal positif!

 

  • PD : “Alasan saya tidak kaya adalah anak”.

   RD : “Alasan saya harus kaya adalah anak”.

 

  • PD : “Saya tidak tertarik pada uang”.

   RD : “Uang adalah kekuatan”.

 

  • PD : “Urusan uang, jangan ambil risiko, bermainlah dengan aman”.

   RD : “Belajarlah mengenali dan mengelola risiko”.

 

  • PD : “Ketika mendapat gaji, investasi dan tabung sisa pengeluaran kita”.

   RD : “Investasi yang pertama, gunakan sisanya”.

 

  • PD : Fokus pada pendidikan.

   RD : Fokus kecerdasan finansial, bisnis dan pendidikan harus seimbang.

 

  • PD : Aku bekerja untuk uang.

   RD : Uang bekerja untuk aku.

 

  • PD : Berpikir untuk menghasilkan uang untuk mengatasi masalah keuangan.

   RD : Pelajarilah tentang finansial dan dapatkan kecerdasan finansial sehingga anda tidak perlu merasakan                masalah keuangan.

Defisini Kaya

Robert T Kiyosaki menjelaskan bahwa arti kekayaan itu adalah berapa lama harta anda mampu menghidupi anda ketika anda tidak lagi bekerja atau tidak menghasilkan apapun. Anda dapat dikatakan sangat kaya jika aset/harta anda mampu membiayai kebutuhan hidup anda seumur hidup tanpa anda harus menghasilkan apa-apa. Jadi jika anda memiliki harta 10 juta dan biaya hidup bulanan anda 2 juta, maka nilai kekayaan anda hanyalah 5 bulan. Namun jika anda memiliki tabungan 1,5 milyar, dengan pengeluaran bulanan 2 juta, maka dapat dibilang anda sangat kaya karena anda tidak perlu lagi bekerja. Nah.. sekarang bagaimana caranya menambah kekayaan? Apakah cukup dengan menabung?

Aset Vs Liabilitas

Seperti yang sudah dibicarakan pada perbedaan mindset dari RD dan PD diatas, bahwa aset dan liabilitas adalah 2 hal yang berbeda. Orang dapat dengan mudah salah mengartikan mana yang masuk dalam kategori aset dan mana yang menjadi liabilitas. Contohnya saja rumah, orang mengira rumah adalah aset, padahal sebenarnya rumah adalah liabilitas. Lalu bagaimana menjadikan rumah sebagai aset? Salah satu caranya adalah menjadikan rumah sebagai tempat kos-kosan. Dengan adanya usaha kos di rumah anda, maka anda mendapat passive income dari si penyewa kos tersebut, maka rumah dapat dikatakan sebagai aset. Contoh lagi misalnya jaringan internet, jika anda hanya gunakan untuk browsing sosial media dan main game, maka ini adalah liabilitas karena anda harus membayar tagihan setiap bulan. Namun jika anda menggunakannya sebagai bisnis online, yang mendatangkan penghasilan, maka jaringan internet dapat dikatakan sebagai aset anda!

Apapun yang mendatangkan uang ke kantong anda adalah aset, seperti deposito menghasilkan bunga, saham menghasilkan profit dan deviden, membuka warnet, usaha cuci mobil, laundry, dll. Sedangkan yang berbentuk liabilitas misalnya smartphone yang menghabiskan pulsa, TV besar yang memakan listrik, mobil, mesin cuci, kulkas, dan banyak lagi.

Nah bagaimana dengan bisnis online anda? Coba anda lihat sekeliling anda, mana yang benar-benar menjadi aset anda, mana yang menjadi liabilitas anda? Jika memang anda termotivasi untuk cepat kaya dan sukses bisnis online di usia muda, sehingga dengan cepat anda mendapat kebebasan finansial, maka anda harus tahu mengelola aset dan liabilitas anda. Mulailah mengalokasikan secara konsisten penghasilan bulanan anda untuk investasi. Banyak instrumen-instrumen investasi jaman sekarang yang tidak memerlukan dana besar, misalnya seperti reksa dana, deposito dan lain-lain. Bagi anda yang menjalankan bisnis online sambil bekerja sebagai karyawan, anda sudah berada di jalur yang tepat. Tapi coba evaluasi lagi apakah anda sudah mengalokasikan gaji bulanan anda untuk kepentingan penambahan aset anda? Atau jangan-jangan anda malah membelanjakan penghasilan anda untuk liabilitas?

Related posts:

Spread the love

Leave a Comment